Sistem kendali perangkat elektronik konvensional sering kali kurang fleksibel karena ketergantungan pada satu mode kontrol saja, sehingga kurang efisien dalam merespons dinamika suhu ruangan serta kebutuhan intervensi pengguna secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem kendali kipas angin dual-mode (otomatis dan manual) berbasis Internet of Things (IoT) memanfaatkan Telegram Bot API dan mikrokontroler Wemos D1 Mini. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahap perakitan komponen perangkat keras (sensor DHT11, LCD 16x2, modul relay, dan kipas angin), konfigurasi program menggunakan Arduino IDE, serta pengujian fungsionalitas sistem secara menyeluruh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh komponen fisik dan antarmuka smartphone Android melalui Telegram Bot dapat berfungsi penuh serta responsif. Pada pengujian logika mode otomatis, modul relay secara konsisten melakukan pensaklaran dari kondisi mati (OFF) menjadi nyala (ON) secara instan tepat ketika sensor DHT11 mendeteksi suhu lingkungan melampaui batas setpoint 36°C. Sementara itu, pengujian fungsionalitas antarmuka manual membuktikan sistem mampu memprioritaskan perintah teks dari pengguna dan mengabaikan parameter suhu lingkungan, bahkan saat kondisi ruangan berada di atas 35°C. Parameter latensi respon komunikasi data dua arah dari peladen cloud Telegram menuju perangkat lokal juga menunjukkan performa jaringan yang andal dengan kecepatan berkisar antara 1,1 hingga 2,0 detik. Konsistensi perekaman data lingkungan (suhu dan kelembapan) pada tabel monitoring jarak jauh terbukti berjalan valid dan sinkron secara berkala. Selain itu, visualisasi status waktu operasional berbasis Network Time Protocol (NTP) berhasil ditampilkan secara akurat tanpa bantuan perangkat keras RTC tambahan. Seluruh data operasional tersebut juga tersinkronisasi secara real-time pada layar LCD 16x2 di dalam ruangan sebagai penampil lokal.