Hanida Widyastuti
Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Diseminasi Aplikasi Muara Enim Center (Mance) Pada Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan Ari Apriansyah; Ikhlasul Amri Tamher; Muhammad S. Endro L; Hanida Widyastuti
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v8i1.4670

Abstract

Transformasi digital mendorong pemerintah daerah mengembangkan inovasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi, salah satunya melalui aplikasi Muara Enim Center (MANCE) yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muara Enim sebagai pusat informasi dan layanan publik digital. Namun, pemanfaatan MANCE belum optimal sehingga diperlukan analisis terhadap proses diseminasinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis diseminasi aplikasi MANCE dalam meningkatkan layanan informasi masyarakat menggunakan teori Difusi Inovasi Rogers yang mencakup inovasi, saluran komunikasi, waktu, dan sistem sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MANCE merupakan inovasi layanan informasi publik yang mengintegrasikan berbagai informasi dan layanan pemerintah daerah. Diseminasi dilakukan melalui media sosial, media massa, spanduk, standing PC, dan kegiatan publik, tetapi belum berjalan optimal karena komunikasi belum konsisten dan berkelanjutan, pembaruan informasi masih terbatas, serta sebagian masyarakat belum mengetahui dan menggunakan aplikasi secara aktif. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi digital pemerintah tidak hanya bergantung pada ketersediaan aplikasi, tetapi juga pada efektivitas komunikasi, kualitas konten, dan keterlibatan aktor dalam sistem sosial. Oleh karena itu, diperlukan strategi diseminasi berkelanjutan, integrasi kanal komunikasi, pembaruan konten, dan evaluasi adopsi masyarakat.