Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan komoditas pangan strategis yang berperan dalam diversifikasi dan ketahanan pangan nasional. Namun, produktivitas ubi jalar masih sering terkendala oleh serangan hama, yang intensitas dan komposisinya diduga dipengaruhi oleh perbedaan varietas. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis hama, menganalisis tingkat serangan, serta mengkaji pola keberadaan hama pada beberapa varietas ubi jalar. Penelitian dilaksanakan di Desa Timoreng Panua, Kecamatan Pancarijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada September–Oktober 2025 menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling. Pengamatan dilakukan pada empat varietas ubi jalar, yaitu Antin 3, Benindo, Beta 1, dan Sari, yang disusun dalam 12 petak dengan total 120 tanaman sampel. Pengumpulan data hama dilakukan melalui pengamatan langsung, penggunaan sweeping net dan yellow trap, serta identifikasi laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan komposisi jenis hama dan tingkat populasinya pada setiap varietas. Sebanyak 12 jenis hama dari beberapa ordo teridentifikasi, dengan hama dominan antara lain Cylas formicarius, Spodoptera litura, Brachmia convolvuli, dan Aspidomorpha miliaris. Varietas Sari menunjukkan tingkat populasi dan keragaman hama tertinggi, yang mengindikasikan kerentanan lebih tinggi terhadap serangan hama. Temuan ini menegaskan bahwa karakter varietas berpengaruh terhadap keberadaan dan intensitas serangan hama, sehingga strategi Pengendalian Hama Terpadu perlu disesuaikan dengan varietas dan kondisi agroekosistem setempat.