Pengembangan sektor pariwisata berbasis pertanian dan peternakan menjadi salah satu alternatif dalam mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Konawe Utara. Wilayah ini memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar pada sektor tanaman pangan dan peternakan yang dapat dikembangkan menjadi kawasan agrowisata terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi serta tantangan pengembangan wisata agrowisata terpadu yang melibatkan tanaman pangan dan peternakan dalam perencanaan wilayah Konawe Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan perencanaan wilayah. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konawe Utara memiliki potensi pengembangan agrowisata yang didukung oleh ketersediaan lahan pertanian, komoditas tanaman pangan, potensi peternakan, kondisi lingkungan yang masih alami, serta karakteristik masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan agraris. Integrasi antara kegiatan budidaya tanaman pangan dan peternakan dapat menciptakan daya tarik wisata edukatif, rekreatif, dan produktif sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat lokal. Namun, pengembangan agrowisata terpadu masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas, belum optimalnya sarana pendukung pariwisata, keterbatasan sumber daya manusia, promosi yang masih rendah, serta perlunya koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan wilayah yang terintegrasi dan berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan atraksi wisata berbasis potensi lokal, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan. Pengembangan agrowisata terpadu diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam mendorong diversifikasi ekonomi dan pembangunan wilayah berkelanjutan di Kabupaten Konawe Utara.