Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada materi Isu-isu Lingkungan di kelas IX UPT SMP Negeri 1 Kampar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 64 siswa yang terdiri atas 32 siswa kelas eksperimen dan 32 siswa kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes uraian keterampilan berpikir kritis yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, perhitungan N-Gain, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,6467 dengan kategori sedang, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,2853 dengan kategori rendah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05) sehingga terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang signifikan setelah diterapkan model pembelajaran SSCS. Selain itu, rata-rata keterampilan berpikir kritis pada kelas eksperimen mencapai 80,75% dengan kategori sangat baik, sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata 50,45% dengan kategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi Isu-isu Lingkungan.