Eka Putri Wiyati
Jurusan Farmasi STIKES Al-Fatah Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK BUAH RASPBERRY (Rubus rosifolius Sm.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus Selly Pikauli; Eka Putri Wiyati; Luky Dharmayanti
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.27408

Abstract

Infeksi kulit dapat disebebkan bakeri Staphylococcus aureus menjadi masalah Kesehatan, oleh karena itu diperlukannya pengembangan obat antibakteri dari bahan alam. Buah raspberry (Rubus rosifolius Sm.) memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, tanin, antosianin serta saponin yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak buah raspberry (Rubus rosifolius Sm.) ke dalam sediaan salep, mengevaluasi karakteristik fisiknya dan menguji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium dengan variasi konsentrasi yaitu 0% (F0), 3% (F1), 6% (F2), 9% (F3). Evluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta aktivitas antibakteri dengan difusi agar. Selanjutnya data hasil uji fisik diolah dengan metode observasi eksperimen dan hasil pengukuran zona hambatĀ  dianalisis dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene, One-Way ANOVA, dan uji lanjut Tukey HSD. Hasil penelitian diketahui bahwa ektrak etanol buah raspberry menghasilkan rendemen sebesar 25% dan pada masing-masing formula memenuhi persyaratan mutu fisik. Formula yang ditambahkan ekstrak menghasilkan pH sesuai rentang fisiologis kulit. Aktivitas antibakteri meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak dengan formula F3 (9%) yang menghasilkan aktivitas tertinggi dengan diameter zona hambat yang mendekati kontrol positif. Hasil pengujian statistik diketahui adanya perbedaan yang signifikan antarformula (p0,05). Sehingga, ekstrak etanol buah raspberry (Rubus rosifolius Sm.) berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif sediaan salep terhadap Staphylococcus aureus.