Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Pengendalian Risiko Fraud Pada Siklus Pengadaan Melalui Pendekatan Analisis Swot Dibidang Administrasi Jalan DPUPR Kabupaten Jember Fikri Zainul Mutaqin; Novita Agustin; Shofi Hardianti; Denari Dhahana Edtiyarsih
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): GJPM - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i2.2282

Abstract

Pengadaan barang dan jasa pada Bidang Administrasi Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember memiliki kompleksitas yang tinggi karena melibatkan tahapan perencanaan, penyusunan dokumen teknis dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), pemilihan penyedia, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan, verifikasi pembayaran, hingga serah terima pekerjaan. Besarnya anggaran dan banyaknya pihak yang terlibat dalam siklus tersebut dapat menimbulkan berbagai risiko fraud, seperti manipulasi spesifikasi, penggelembungan harga, konflik kepentingan, manipulasi dokumen, penyimpangan volume pekerjaan, dan ketidaksesuaian kualitas material. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko fraud serta menganalisis kondisi internal dan eksternal yang memengaruhi pengendalian risiko fraud pada siklus pengadaan di Bidang Administrasi Jalan DPUPR Kabupaten Jember melalui pendekatan analisis SWOT. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, keterlibatan langsung dalam kegiatan administrasi, dokumentasi, dan identifikasi terhadap proses pengadaan serta pengendalian yang diterapkan di lingkungan Bidang Administrasi Jalan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi faktor Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats sebagai dasar penyusunan alternatif strategi penguatan pengendalian risiko fraud. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengendalian risiko fraud didukung oleh regulasi formal, struktur organisasi, pembagian tugas, serta kompetensi aparatur, tetapi masih menghadapi kelemahan berupa keterbatasan instrumen deteksi dini, beban kerja pengawasan, dan keterbatasan pengawasan teknis independen. Peluang berupa pemanfaatan e-procurement, perkembangan teknologi pengawasan, serta pendampingan akademik dapat digunakan untuk mengatasi kelemahan tersebut, sedangkan tekanan penyedia dan potensi konflik kepentingan menjadi ancaman yang perlu diantisipasi. Strategi penguatan yang dirumuskan melalui matriks SWOT meliputi strategi SO, ST, WO, dan WT yang diarahkan pada penguatan verifikasi berjenjang, pemanfaatan teknologi, peningkatan kompetensi aparatur, pemisahan fungsi, serta penyusunan peta risiko fraud. Pendekatan SWOT dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkuat pengendalian risiko fraud secara preventif, adaptif, dan sesuai dengan kondisi operasional Bidang Administrasi Jalan DPUPR Kabupaten Jember.