Sabri Sabri
Jurusan Matematika Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pembelajaran Berdiferensiasi terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Sabri Sabri; Muhammad Sabiq Khayri; Hisyam Ihsan
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 3 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i3.505

Abstract

Dalam pembelajaran matematika, karakteristik siswa yang mencakup kesiapan belajar, gaya belajar, dan kebutuhan belajar berbeda-beda. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan alternatif yang bisa mengakomodasi keberagaman karakteristik peserta didik dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas XI MAN 1 Majene. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis kuasi-eksperimen menggunakan desain nonrandomized control group pretest–posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MAN 1 Majene tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian terdiri atas kelas XI Sains 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI Sains 2 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa pembelajaran berdiferensiasi, sedangkan kelas kontrol diberikan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep matematika dalam bentuk pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman konsep matematika siswa pada kelas eksperimen meningkat dari 23,04 pada pretest menjadi 90,14 pada posttest, dengan nilai n-gain sebesar 0,87 yang berada pada kategori tinggi serta mencapai ketuntasan klasikal sebesar 96%. Sementara itu, rata-rata skor pada kelas kontrol meningkat dari 24,04 menjadi 76,81 dengan nilai n-gain sebesar 0,69 yang berada pada kategori sedang. Selain itu, hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa skor posttest, peningkatan pemahaman konsep matematika (n-gain), dan ketuntasan klasikal siswa pada kelas eksperimen secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi berpengaruh signifikan terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas XI MAN 1 Majene.
Pengaruh Pendekatan Pengajuan Masalah dalam Pembelajaran Matematika terhadap Kecakapan Komunikasi Matematika Siswa Sabri Sabri; Nadya Bosra; Hamzah Upu
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 3 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i3.506

Abstract

Rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk berpikir secara aktif dan mengomunikasikan ide-ide matematika secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendekatan problem posing terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen berupa nonrandomized control group pretest–posttest design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan problem posing dan kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Instrumen penelitian berupa tes uraian kemampuan komunikasi matematis. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor postes kelas eksperimen (75,79) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (70,43). Peningkatan kemampuan komunikasi matematis pada kelas eksperimen termasuk dalam kategori tinggi dengan skor n-gain sebesar 0,73, sedangkan kelas kontrol mengalami peningkatan pada kategori sedang dengan skor n-gain sebesar 0,67. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui pendekatan problem posing memiliki kemampuan komunikasi matematis yang lebih tinggi serta peningkatan kemampuan yang lebih besar dibandingkan siswa yang belajar melalui pendekatan saintifik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan problem posing memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa sekolah menengah pertama.