Dalam pembelajaran matematika, karakteristik siswa yang mencakup kesiapan belajar, gaya belajar, dan kebutuhan belajar berbeda-beda. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan alternatif yang bisa mengakomodasi keberagaman karakteristik peserta didik dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas XI MAN 1 Majene. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis kuasi-eksperimen menggunakan desain nonrandomized control group pretest–posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MAN 1 Majene tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian terdiri atas kelas XI Sains 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI Sains 2 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa pembelajaran berdiferensiasi, sedangkan kelas kontrol diberikan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep matematika dalam bentuk pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman konsep matematika siswa pada kelas eksperimen meningkat dari 23,04 pada pretest menjadi 90,14 pada posttest, dengan nilai n-gain sebesar 0,87 yang berada pada kategori tinggi serta mencapai ketuntasan klasikal sebesar 96%. Sementara itu, rata-rata skor pada kelas kontrol meningkat dari 24,04 menjadi 76,81 dengan nilai n-gain sebesar 0,69 yang berada pada kategori sedang. Selain itu, hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa skor posttest, peningkatan pemahaman konsep matematika (n-gain), dan ketuntasan klasikal siswa pada kelas eksperimen secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi berpengaruh signifikan terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas XI MAN 1 Majene.