Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan penguatan deteksi dini melalui pemantauan pertumbuhan anak secara berkelanjutan. Perkembangan teknologi digital memberikan peluang untuk meningkatkan kualitas dan kesinambungan pemantauan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi berbasis teknologi digital dalam pemantauan pertumbuhan anak dan mengidentifikasi sejauh mana teknologi tersebut mendukung deteksi dini stunting. Penelitian ini merupakan systematic review berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses. Literatur ditelusuri melalui PubMed, ScienceDirect dan citation searching sebagai metode pelengkap (supplementary search) untuk publikasi tahun 2016–2026. Kriteria inklusi mencakup penelitian intervensi pada anak usia 0–59 bulan dan atau pengasuh yang menggunakan teknologi digital untuk pemantauan pertumbuhan atau deteksi risiko stunting. Seleksi dilakukan secara independen dan kualitas metodologis dinilai menggunakan instrumen risiko bias sesuai desain penelitian. Hasil disintesis secara naratif berdasarkan karakteristik teknologi dan domain luaran. Dari 765 rekaman, enam studi memenuhi kriteria inklusi, berasal dari Indonesia, Rwanda, Kenya, dan Thailand, dengan desain yang didominasi quasi-experimental. Teknologi digital menunjukkan manfaat terutama dalam meningkatkan keteraturan pemantauan, kelengkapan pencatatan, keterlibatan pengasuh, dan pemahaman informasi pertumbuhan. Bukti terhadap status pertumbuhan masih terbatas dan belum konsisten. Heterogenitas desain, intervensi, ukuran sampel, dan risiko bias membatasi kekuatan bukti. Teknologi digital berpotensi memperkuat pemantauan pertumbuhan dan mendukung deteksi dini stunting, tetapi belum dapat diposisikan sebagai intervensi tunggal untuk menurunkan stunting. Penelitian selanjutnya perlu menggunakan desain yang lebih kuat dan tindak lanjut yang lebih panjang.