Criana Dulvita
Jurusan Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar, Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Literasi Smart Farming melalui Pelatihan Monitoring Kelembapan Tanah dan Kontrol Pompa Otomatis Berbasis Internet of Things bagi Alumni Geografi Universitas Negeri Makassar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan Nurul Afdal Haris; Uca Uca; Galih Citra Yogyanti; Criana Dulvita; Saputra Saputra; Muhammad Syukron
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 4 No 4 (2026): JPMII - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.1454

Abstract

Persepsi bahwa berkebun merupakan aktivitas konvensional dapat membatasi minat lulusan perguruan tinggi terhadap pertanian. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan konsep dan praktik operasional smart farming dan mendeskripsikan respons alumni Jurusan Geografi Universitas Negeri Makassar setelah mengikuti pelatihan monitoring kelembapan tanah dan kontrol pompa otomatis berbasis Internet of Things. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 25 Agustus 2026 di Ruang Microteaching, Gedung B Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sebanyak 20 alumni mengikuti pengenalan konsep, demonstrasi sistem sensor–mikrokontroler–relay–pompa, serta praktik terpandu membaca dashboard dan mengamati pengaturan ambang 30%–60%. Data evaluasi yang tersedia berupa rekap akhir tiga indikator dengan respons dikotomis, yaitu respons positif terhadap berkebun, keterbukaan terhadap teknologi, dan penerimaan Internet of Things untuk mulai berkebun. Respons positif dikodekan apabila peserta pada sesi penutup menyatakan bahwa berkebun dipandang lebih modern atau relevan dan rasa gengsi berkurang. Sebanyak 17 peserta (85%; IK Wilson 95%: 64,0%–94,8%) memberikan respons positif pascapelatihan. Seluruh peserta (100%; IK Wilson 95%: 83,9%–100%) menunjukkan keterbukaan terhadap teknologi dan menerima Internet of Things untuk berkebun. Seluruh peserta mengikuti praktik terpandu, tetapi penguasaan operasional individual belum diukur dengan lembar observasi keterampilan. Hasil ini merupakan gambaran evaluasi akhir, bukan bukti perubahan berdasarkan pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan.