Kalfin Kalfin
Jurusan Matematika, Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PKM Integrasi Budaya dalam Pembelajaran Matematika Baharuddin Baharuddin; Ja’faruddin Ja’faruddin; Kalfin Kalfin; Nur Rahmah Yunita Abar; Salman Fauzan. T
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Volume 05 Nomor 03 (Agustus-September 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jwazxd60

Abstract

Pengintegrasian budaya lokal ke dalam pembelajaran matematika menjadi suatu upaya peningkatan pembelajaran lebih kontekstual, bermakna, dan mampu mendukung pelestarian budaya daerah. Namun, beberapa guru masih terbatas dalam memahami konsep etnomatematika atau integrasi budaya dalam pembelajaran matematika. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan pembelajaran matematika berbasis budaya Bugis Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) melalui pelatihan dan pendampingan mengintegrasikan budaya dalam pembelajaran matematika. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelatihan interaktif, evaluasi, dan pendampingan lanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Sidrap dengan peserta yaitu guru dari beberapa SMA di Kabupaten Sidenreng Rappang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu mengidentifikasi berbagai unsur budaya Bugis yang relevan dengan konsep matematika berbasis budaya lokal sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis etnomatematika serta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengintegrasikan budaya dalam pembelajaran matematika. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendidikan. Program ini juga berpotensi direplikasi pada sekolah lain yang memiliki karakteristik budaya lokal yang beragam sebagai upaya memperkuat literasi numerasi dan implementasi Kurikulum Merdeka.