Raehan Satya Deanasa
Program Studi Manajemen Administrasi Rumah Sakit Program Magister Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Gizi Berbasis Model HOT Fit Di Instalasi Gizi Rumah Sakit Tk. II M. Ridwan Meuraksa Tahun 2026 Raehan Satya Deanasa; Atik Kridawati; Grace Rumengan
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8435

Abstract

Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) di instalasi gizi masih terbatas. Di lingkungan rumah sakit militer, kebijakan mandatory use (kewajiban penggunaan) memunculkan tantangan tersendiri terkait kualitas sistem dan kepuasan pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi SIM RS menggunakan kerangka Human, Organization, and Technology-Fit (HOT-Fit) terhadap manfaat bersih (net benefit). Penelitian merupakan studi kuantitatif dengan desngan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 80 staf instalasi gizi pengguna SIM RS. Evaluasi mencakup uji outer model (termasuk validitas dengan acuan nilai AVE > 0,5 dan reliabilitas) serta pengujian hipotesis melalui inner model. Evaluasi inner model menunjukkan faktor manusia memberikan kontribusi terbesar, terlihat dari pengaruh kepuasan pengguna terhadap penggunaan sistem (koefisien jalur 0,216) dan penggunaan sistem terhadap manfaat bersih (koefisien jalur 0,165) yang berada pada kategori efek sedang. Sebaliknya, sistem dinilai belum memengaruhi produktivitas secara optimal yang ditunjukkan oleh rendahnya loading factor (0,67). Kendala ini dipicu oleh masalah teknis seperti jaringan lambat dan kurangnya integrasi fitur yang menyebabkan double entry. Keberlanjutan implementasi SIM RS di instalasi gizi saat ini lebih didorong oleh kepatuhan staf terhadap kebijakan mandatory use, bukan efisiensi operasional sistem. Perbaikan berkelanjutan memerlukan audit infrastruktur jaringan rutin, integrasi data untuk mencegah double entry, dan penyediaan support center yang tanggap.