Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendekatan Konsep Lean Hospital untuk Menganalisa Waste pada Pelayanan Resep Rawat Jalan di Instalasi Farmasi RS Fadhilah Prabumulih Afiya Nabila Shavira; Sonya Dewi Wulandari; Yaya Aria Santosa
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8675

Abstract

Pelayanan farmasi yang bermutu merupakan salah satu indikator yang biasanya digunakan untuk menilai kinerja dalam hal kendali mutu, namun nyatanya seringkali ditemukan permasalahan seperti waktu tunggu yang lama dikarenakan adanya suatu aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah terutama pada peak hour. Penelitian ini menggunakan pendekatan lean hospital untuk menganalisa waste pada pelayanan resep rawat jalan di Instalasi Farmasi RS Fadhilah Prabumulih. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran yang menggabungkan analisa kuantitatif dari waktu penyelesaian 30 resep dan kualitatif dari wawancara bersama dokter, petugas farmasi, dan juga pasien yang dilakukan selama 1 bulan. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan alur pelayabab sudah terdigitalisasi, dengan rerata penyelesaian obat jadi yaitu 38.3 menit dan obat racikan 61.2 menit. Teridentifikasi terdapat 6 waste, yaitu waiting, defect, overprocessing, overproducing, motion, dan human potential, dengan waste dominan yaitu waiting. Hambatan yang paling sering ditemukan dilapangan ialah gap tunggu antrian online yang tidak sesuai dan resep yang tidak lengkap sehingga perlu dilakukan konfirmasi ulang. Usulan perbaikan yang diberikan ialah perbaikan alur resep rawat jalan dengan memisahkan jalur penyiapan obat menjadi 3 dan menggunakan sistem antrean berdasarkan kesiapan obat, menambah petugas ”floating” saat jam sibuk, memindahkan fast moving drugs dekat dispensing, menggunakan dashboard monitoring, dan digitalisasi terintegrasi end-to-end.