Abstrak Depresiasi aktiva tetap merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan keuangan rumah sakit karena memengaruhi penyajian nilai aset, pengakuan biaya, dan kualitas informasi keuangan yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta pemilihan metode depresiasi aktiva tetap dalam peningkatan kualitas pelaporan keuangan dan pencapaian EBITDA rumah sakit. Penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan menelaah 30 referensi yang membahas depresiasi aset tetap, perlakuan akuntansi aset tetap, metode depresiasi, pengelolaan aset rumah sakit, kualitas pelaporan keuangan, dan EBITDA sebagai indikator kinerja keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode garis lurus masih menjadi metode depresiasi yang paling banyak digunakan karena sederhana, mudah diterapkan, dan menghasilkan pembebanan biaya yang relatif stabil. Keunggulan tersebut mendukung konsistensi pelaporan keuangan dan memudahkan evaluasi kinerja antarperiode. Namun, metode ini memiliki keterbatasan karena belum selalu mampu menggambarkan pola pemanfaatan aset yang berbeda-beda, khususnya pada aset dengan tingkat penggunaan yang tinggi atau berfluktuasi. Kajian ini juga menunjukkan bahwa kualitas penerapan depresiasi dipengaruhi oleh tata kelola aset, kualitas data inventaris, kompetensi sumber daya manusia, dan dukungan sistem informasi yang memadai. Meskipun EBITDA dihitung sebelum memperhitungkan beban depresiasi, kualitas pengelolaan aset tetap tetap berkontribusi terhadap tersedianya informasi keuangan yang andal untuk mendukung pengendalian biaya, perencanaan investasi, dan peningkatan efisiensi operasional rumah sakit. Oleh karena itu, pemilihan metode depresiasi yang sesuai dan pengelolaan aset yang terintegrasi dapat mendukung peningkatan kualitas pelaporan keuangan serta keberlanjutan kinerja keuangan rumah sakit. Kata Kunci: depresiasi aktiva tetap; metode depresiasi; pelaporan keuangan; EBITDA; rumah sakit; pengelolaan aset.