Jalan hauling merupakan salah satu infrastruktur penting dalam kegiatan pertambangan batubara karena berfungsi sebagai jalur utama pengangkutan material dari lokasi tambang menuju tempat penimbunan maupun fasilitas pengolahan. Kondisi tanah dasar yang mengalami pengembangan (swelling) akibat perubahan kadar air dapat menyebabkan perubahan volume, penurunan kekuatan tanah, deformasi, serta menurunnya daya dukung jalan hauling. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kerusakan jalan berupa retakan, gelombang, alur (rutting), dan penurunan permukaan jalan yang pada akhirnya dapat menghambat kegiatan operasional dan meningkatkan biaya pemeliharaan. Permasalahan penelitian ini adalah belum diketahui secara optimal hubungan antara karakteristik pengembangan material tanah dengan perubahan daya dukung tanah dasar pada jalan hauling tambang batubara di Desa Separi, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik material tanah pada jalan hauling, menentukan tingkat pengembangan (swelling) material tanah, mengetahui nilai daya dukung tanah, serta menganalisis pengaruh pengembangan material tanah terhadap daya dukung jalan hauling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif melalui pengamatan lapangan, pengambilan sampel tanah, dan pengujian laboratorium geoteknik. Identifikasi karakteristik tanah dilakukan melalui pengujian kadar air, berat jenis, analisis ukuran butir, batas Atterberg, pemadatan, dan pengembangan material. Daya dukung tanah ditentukan berdasarkan pengujian California Bearing Ratio (CBR), sedangkan hubungan antara tingkat pengembangan material dan daya dukung dianalisis secara statistik untuk mengetahui tingkat pengaruh dan hubungan kedua variabel tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat menunjukkan bahwa peningkatan potensi pengembangan material tanah akibat perubahan kadar air berpengaruh terhadap penurunan daya dukung tanah dasar jalan hauling. Material tanah dengan tingkat pengembangan yang tinggi cenderung mengalami perubahan volume yang lebih besar dan memiliki kemampuan mendukung beban kendaraan yang lebih rendah. Dengan demikian, pengembangan material tanah merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam evaluasi kondisi tanah dasar jalan hauling tambang batubara. Kesimpulan penelitian diarahkan pada penentuan tingkat pengembangan material, nilai daya dukung tanah, serta besarnya pengaruh pengembangan terhadap daya dukung jalan hauling. Saran yang diberikan meliputi perlunya pengendalian kadar air, perbaikan atau stabilisasi tanah dasar yang memiliki potensi pengembangan tinggi, peningkatan sistem drainase, serta pemantauan kondisi jalan hauling secara berkala. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan metode penanganan tanah dasar dan meningkatkan kinerja serta umur layanan jalan hauling tambang batubara di Desa Separi.