Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Balita BB/U Timbang Jaya Dwi Ayuning Tyas; Eliska Eliska
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.394

Abstract

Status gizi balita merupakan indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan status gizi balita berdasarkan indikator Berat Badan menurut Umur (BB/U) di Desa Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 30 balita yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data pola makan dan aktivitas fisik diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data status gizi diukur berdasarkan Z-score indikator BB/U sesuai standar WHO Anthro. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher's Exact Test dengan tingkat signifikansi $\alpha = 0{,}05$. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan kategori baik (76,7%), aktivitas fisik kurang aktif (73,3%), dan status gizi normal (80,0%). Hasil uji Fisher's Exact Test menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi balita berdasarkan indikator BB/U ($p = 0{,}603$). Demikian pula, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi balita berdasarkan indikator BB/U ($p = 1{,}000$). Dapa disimpulkan bahwa pola makan dan aktivitas fisik tidak berhubungan signifikan secara statistik dengan status gizi balita indikator BB/U di Desa Timbang Jaya. Meskipun demikian, edukasi pemenuhan gizi seimbang serta stimulasi aktivitas fisik harian tetap perlu ditingkatkan secara berkelanjutan untuk menjaga taraf tumbuh kembang anak.