Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integration of Lawrence Green's Theory and the Modified Cariogram in Risk-Based Dental Caries Prevention among Elementary School Children: A Conceptual Framework Novi Ernawati; Sunardi Sunardi; Yeni Lufiana N.A
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.395

Abstract

Karies gigi pada anak sekolah dasar masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Bringin. Penilaian karies berdasarkan indeks DMF-T terutama menggambarkan pengalaman karies dan belum secara khusus menjelaskan keterkaitan antara determinan perilaku dan faktor klinis yang berkontribusi terhadap risiko karies. Artikel ini bertujuan mengembangkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan Teori Lawrence Green dengan Modified Cariogram untuk mendukung pemetaan dan pencegahan risiko karies pada anak sekolah dasar. Penulisan artikel menggunakan studi literatur dengan pendekatan naratif dan sintesis konseptual terhadap teori, hasil penelitian terdahulu, serta literatur yang berkaitan dengan penilaian risiko dan pencegahan karies. Kerangka yang dikembangkan menghubungkan faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat dalam Teori Lawrence Green dengan domain risiko pada Modified Cariogram, yang mencakup diet, kebersihan mulut, paparan fluorida, dan pengalaman karies. Penerapan kerangka dirancang melalui penggunaan kuesioner perilaku sederhana dan pemeriksaan klinis noninvasif, sehingga berpotensi mendukung pelaksanaan skrining berbasis sekolah melalui UKGS pada fasilitas pelayanan kesehatan dengan keterbatasan sumber daya. Integrasi kedua pendekatan tersebut memungkinkan pengelompokan risiko ke dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi yang dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas serta intensitas intervensi promotif dan preventif di Puskesmas. Kerangka ini menawarkan pendekatan konseptual untuk menghubungkan determinan perilaku dengan profil risiko karies secara lebih terarah. Namun, kerangka yang dikembangkan belum melalui pengujian empiris sehingga penelitian selanjutnya diperlukan untuk menilai validitas, reliabilitas, kemampuan prediksi, dan kelayakan implementasinya.