Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM KONTEN DIGITAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN: ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI DAN LITERASI DIGITAL MAHASISWA Wulan Rachmawati; Nofiana S; Indah Suci Br Tambunan
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.457

Abstract

Transformasi pembelajaran di perguruan tinggi telah menjadikan konten digital sebagai ruang penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan pengetahuan, membangun identitas akademik, dan menjalin hubungan dengan audiens, sehingga penggunaan Bahasa Indonesia perlu dipahami sebagai praktik komunikatif, sosial, dan etis. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman mahasiswa dalam menggunakan Bahasa Indonesia ketika memproduksi konten digital sebagai media pembelajaran, khususnya berkaitan dengan strategi komunikasi, literasi digital, dan tanggung jawab akademik(Bittle & El-Gayar, 2025; Chan, 2025; Jiang & Hafner, 2024; Kardika et al., 2023; Trisanti et al., 2024). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan fenomenologi interpretatif Smith et al. (2022), dengan analisis tematik Braun dan Clarke (2021).”dengan desain fenomenologi interpretatif yang melibatkan 12 mahasiswa aktif, dipilih secara purposif berdasarkan pengalaman menggunakan dan menghasilkan konten pembelajaran digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi praktik digital, dan analisis artefak digital, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengungkap empat tema utama, yaitu negosiasi antara ketepatan bahasa akademik dan kebutuhan membangun kedekatan dengan audiens; ketegangan antara kredibilitas informasi dan tuntutan keterlihatan platform; pembentukan pengetahuan melalui perpaduan unsur verbal, visual, audio, dan interaktif; serta perubahan peran mahasiswa dari penerima informasi menjadi produsen pengetahuan yang berhadapan dengan validasi sumber, kecerdasan buatan, dan integritas akademik. Temuan menunjukkan bahwa literasi digital tidak terbatas pada kemampuan mengoperasikan teknologi, tetapi mencakup kecakapan kritis, reflektif, komunikatif, dan etis. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat hubungan antara konstruktivisme sosial, literasi digital, dan komunikasi multimodal. Secara praktis, penelitian merekomendasikan integrasi produksi konten, evaluasi sumber, etika kecerdasan buatan, dan tanggung jawab akademik dalam kurikulum Bahasa Indonesia, sekaligus membuka ruang kajian mengenai identitas serta otoritas pengetahuan mahasiswa pada beragam platform digital.