Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI SILICA FUME DAN SUPERPLASTICIZER POLYCARBOXYLATE TERHADAP KUAT LENTUR BETON Annisa Prita Melinda; Ghani Rakshanda; Fauzan Marjanis
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.487

Abstract

Kuat lentur merupakan salah satu parameter mekanis penting pada beton karena menggambarkan kemampuan penampang beton menahan momen lentur akibat beban tegak lurus terhadap sumbu benda uji hingga terjadi keruntuhan, sehingga sangat relevan bagi elemen balok dan pelat yang memikul kombinasi beban tekan dan lentur. Sebagian besar beton mutu sedang hanya memiliki kuat lentur berkisar 6%-21% dari kuat tekannya, sehingga berpotensi menjadi faktor pembatas kapasitas struktur apabila tidak diuji secara khusus. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi silica fume dan superplasticizer berbasis polycarboxylate terhadap nilai kuat lentur beton fc’ 29 MPa serta menentukan komposisi optimum di antara enam variasi campuran yang diuji. Penelitian bersifat eksperimen laboratorium menggunakan benda uji balok berukuran 60 cm x 15 cm x 15 cm yang diuji pada umur 28 hari mengacu pada SNI 4431:2011 dengan metode pembebanan empat titik (four-point loading). Kadar silica fume divariasikan pada 6%, 8%, dan 10% dengan superplasticizer konstan 0,8%, sedangkan dosis superplasticizer divariasikan pada 0,6% dan 1,2% dengan silica fume konstan 8%. Hasil pengujian menunjukkan nilai kuat lentur meningkat seiring bertambahnya kadar silica fume, dari 3,16 MPa pada campuran kontrol menjadi 5,21 MPa pada kadar 10%, namun menurun menjadi 3,26 MPa ketika dosis superplasticizer dinaikkan menjadi 1,2% pada kadar silica fume tetap 8%. Komposisi silica fume 10% dan superplasticizer 0,8% terbukti menghasilkan kuat lentur tertinggi sekaligus menjadi komposisi paling optimal pada penelitian ini.