Kebersihan mulut yang memburuk di kalangan lansia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus berlanjut, dengan penumpukan debris pada permukaan gigi sebagai indikator terukur dari perawatan diri yang tidak memadai. Motivasi, yang terdiri dari dimensi intrinsik dan ekstrinsik, secara teoritis dianggap sebagai penentu perilaku utama praktik kebersihan mulut, namun hubungannya dengan skor indeks debris di antara populasi lansia masih kurang diteliti di lingkungan lokal Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara motivasi pemeliharaan kebersihan mulut dan skor indeks debris di antara individu lansia di Kecamatan Gayungan, Surabaya. Desain observasional analitik cross-sectional diterapkan, melibatkan 54 responden yang dipilih melalui pengambilan sampel acak sederhana dari populasi posyandu lansia di RT 02 RW 06, Kecamatan Gayungan, antara Desember 2025 dan Februari 2026. Motivasi diukur menggunakan kuesioner skala Likert yang telah divalidasi, sedangkan skor indeks debris diperoleh melalui pemeriksaan klinis langsung pada enam gigi indeks. Data dianalisis menggunakan uji korelasi peringkat Spearman pada α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,56% responden memiliki motivasi sedang dan 44,44% memiliki motivasi kuat, sedangkan 59,26% menunjukkan skor indeks debris yang buruk dan hanya 16,67% yang mencapai klasifikasi baik. Analisis Spearman mengkonfirmasi korelasi negatif kuat yang signifikan, dengan p = 0,000 dan r = −0,806. Tabulasi silang mengungkapkan efek ambang motivasi, karena 96,67% responden dengan motivasi sedang termasuk dalam kategori buruk dibandingkan dengan hanya 12,50% responden dengan motivasi kuat. Temuan ini menetapkan motivasi sebagai penentu utama yang dapat dimodifikasi dari status kebersihan mulut di kalangan lansia, menyoroti perlunya intervensi berbasis komunitas yang memperkuat motivasi melalui konseling, keterlibatan keluarga, dan pendidikan yang disampaikan oleh kader dalam kerangka posyandu.Kata kunci: Lansia; Motivasi; Kebersihan Mulut; Indeks Debris; Kesehatan Masyarakat