Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dan pendapatan usaha peternakan ayam broiler di lantai atas dan bawah, dengan fokus pada volume produksi, di PT. ABC. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja dan pendapatan usaha peternakan ayam broiler dengan populasi 23.900 ekor di lantai atas dan 25.000 ekor di lantai bawah di PT. ABC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja produksi usaha peternakan ayam broiler di PT ABC dengan populasi 23.900 ekor di lantai atas adalah: deplesi = 4%, ABW = 2,09 kg, FCR = 1,471, umur panen = 28,84 hari, dan IP = 473. Kinerja PT. Aspek ekonomi untuk populasi ternak PT ABC di lantai bawah sebanyak 25.000 ekor adalah: penyusutan = 5,59%, ABW = 2,04 kg, FCR = 1,498, umur panen = 28,26 hari, dan IP = 457. Aspek ekonomi untuk populasi ternak di lantai atas sebanyak 23.900 ekor menunjukkan: biaya produksi = Rp. 795.109.537, pendapatan = Rp. 961.368.500, dan laba = Rp. 166.258.963. Untuk populasi ternak di lantai bawah sebanyak 25.000 ekor: biaya produksi = Rp. 815.258.179, pendapatan = Rp. 965.964.500, dan laba = Rp. 150.706.321. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa IP (Indeks Kinerja) yang diperoleh dalam usaha peternakan ayam broiler di PT ABC untuk populasi lantai bawah (25.000 ekor) adalah 457, lebih rendah dari populasi lantai atas (23.900 ekor) yang sebesar 473, dengan perbedaan sebesar 16 poin (bukan persentase). Pendapatan yang diperoleh dari usaha peternakan ayam broiler di PT. Lantai atas ABC yang populasinya 23.900 ekor lebih tinggi dibandingkan lantai bawah yang populasinya 25.000 ekor, dengan selisih Rp. 15.552.642.