Endah Nur Awanda
Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Mercu Buana Yogyakrta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Digitalisasi UMKM Warung Kelontong Barokah Melalui Implementasi QRIS dan Pemanfaatan Instagram sebagai Sarana Promosi di Karangsari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Endah Nur Awanda; Diana Airawaty
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): JIPPM - Juni 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.1211

Abstract

Perkembangan lanskap teknologi digital secara masif menuntut para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk segera beradaptasi melalui integrasi sistem pembayaran nontunai serta optimalisasi strategi pemasaran berbasis media sosial. Kendati demikian, gerak akselerasi digitalisasi ini kerap kali membentur dinding hambatan di tataran akar rumput, di mana mayoritas figur pelaku UMKM belum mampu mendayagunakan instrumen teknologi secara komprehensif akibat adanya keterbatasan penetrasi pengetahuan (knowledge gap) serta disparitas keterampilan teknis. Berangkat dari pemetaan problematik tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan dengan membidik UMKM Warung Kelontong Barokah yang berlokasi di Karangsari, Pengasih, Kulon Progo sebagai mitra strategis. Pelaksanaan program ini diorientasikan secara khusus untuk mengasistensi dan mengawal implementasi digitalisasi usaha melalui standardisasi sistem pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta perluasan jangkauan pasar via platform media sosial Instagram. Kegiatan ini melibatkan satu mitra dengan metode survei, wawancara, pelatihan, pendampingan, diskusi, dan evaluasi. Pelatihan difokuskan pada penggunaan QRIS sebagai pembayaran non – tunai dan penggunaan Instagram sebagai media promosi secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan mitra sudah menyediakan alternatif pembayaran digital menggunakan QRIS meskipun penggunaan QRIS masih terbatas karena sebagian besar konsumen merupakan masyarakat yang sudah lanjut usia yang lebih terbiasa bertransaksi secara tunai, serta mitra mulai memanfaatkan instaram sebagai media pemasaran produk sehingga dapat memperluas jangkauan pemasaran produk.