Risna Adelia
Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Program 'Pharma Care 2025': Penyuluhan Dagusibu, Penyuluhan TBC dan Penyakit Degeneratif, Skrining Kesehatan, Serta Pengecekan Formalin pada UMKM dan Workshop Sabun Herbal di Desa Banjarsari, Bogor, Jawa Barat Salma Yasitama; Ahmad Alwani; Risna Adelia; Khalila Shaira Nursidin; Iin Hardiyati
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): JIPPM - Juni 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.1239

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 'Pharma Care 2025' di Desa Banjarsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat di bidang kesehatan serta kefarmasian. Metode pelaksanaan meliputi pendekatan edukatif, preventif, dan aplikatif melalui skrining kesehatan (tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat), penyuluhan prinsip DAGUSIBU, edukasi penyakit tuberkulosis (TBC) dan degeneratif, pengawasan formalin pada jajanan UMKM, serta workshop pembuatan sabun herbal berbasis daun pandan dan buah lerak. Hasil skrining kesehatan memberikan peta deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular bagi warga. Evaluasi penyuluhan DAGUSIBU di SMP Al-Fakriyah menunjukkan peningkatan pemahaman siswa secara signifikan dengan kenaikan nilai rata-rata dari 68,8 (kategori cukup) menjadi 84,4 (kategori baik). Edukasi penyakit menular TBC diharapkan meningkatkan kesadaran kolektif mengenai transmisi udara dan kepatuhan terapi. Pengujian kualitatif formalin pada sampel jajanan bakso pentol menghasilkan nilai negatif, memperkuat literasi keamanan pangan sekolah. Pemberdayaan melalui workshop sabun herbal membekali kelompok ibu-ibu PKK dengan keterampilan motorik praktis untuk mengolah potensi alam lokal menjadi produk sanitasi bernilai ekonomi kreatif. Secara keseluruhan, seluruh program berhasil mencapai indikator ketercapaian dan berkontribusi nyata pada derajat kesehatan masyarakat.