Neti Karnati
Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Manajemen Hubungan Masyarakat Sekolah melalui Pelatihan Partisipatif bagi Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur Unifah Rosyidi; Satri Dwi Kurnia Nasution; Neti Karnati; Rihlah Nur Aulia
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): JIPPM - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.1440

Abstract

Pengelolaan hubungan masyarakat sekolah yang profesional diperlukan untuk membangun komunikasi, kemitraan, dan kepercayaan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Namun, sebagian kepala sekolah dan guru masih memiliki pemahaman terbatas mengenai fungsi strategis hubungan masyarakat serta belum mengoptimalkan media digital sebagai sarana komunikasi publik sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman dan kesiapan kepala sekolah serta guru dalam menerapkan manajemen hubungan masyarakat sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada 21–23 Juli 2026 di SD Negeri Pulo Gadung 07, Jakarta Timur, dengan melibatkan kepala sekolah dan guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Pulo Gadung. Metode pelaksanaan menggunakan pelatihan partisipatif yang mencakup penyampaian materi, diskusi, studi kasus, pendampingan, dan penyusunan rencana implementasi. Materi pelatihan meliputi konsep manajemen hubungan masyarakat sekolah, perencanaan komunikasi publik, penguatan kemitraan, dan pemanfaatan media digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh tahapan terlaksana sesuai rencana dan peserta terlibat aktif dalam pembahasan permasalahan komunikasi sekolah. Berdasarkan hasil observasi, diskusi, dan produk kegiatan, peserta menunjukkan pemahaman awal mengenai perencanaan komunikasi publik, pengelolaan media digital, serta strategi membangun hubungan kolaboratif dengan pemangku kepentingan. Evaluasi terhadap 27 peserta menghasilkan skor rata-rata kepuasan sebesar 4,45 yang termasuk dalam kategori sangat puas. Dampak utama kegiatan ditunjukkan oleh tersusunnya rencana awal penerapan manajemen hubungan masyarakat yang disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan partisipatif dapat mendukung kesiapan awal kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan pengelolaan hubungan masyarakat sekolah secara profesional, transparan, partisipatif, dan berkelanjutan.