Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting keberhasilan pembangunan nasional, namun implementasinya dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi dinamis yang tidak selalu selaras dengan teori ekonomi. Studi ini dilakukan di Indonesia untuk menganalisis dampak nilai tukar, impor, dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi. Keunikan studi ini terletak pada penggunaan data terkini untuk periode 1991-2024 dan menganalisis nilai tukar, impor, dan inflasi secara simultan menggunakan model Autoregressive Distributed Lag (ARDL), yang secara komprehensif menangkap dinamika jangka pendek. Data yang digunakan adalah data deret waktu dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dan Bank Dunia. Data diolah menggunakan perangkat lunak Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, nilai tukar saat ini memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan lag 1 dan 2 memiliki pengaruh positif dan signifikan, dan lag 3 tidak signifikan. Dalam jangka panjang, nilai tukar tidak memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Dalam jangka pendek, impor memiliki pengaruh positif dan signifikan pada periode berjalan dan sebelumnya (Lag 1), sedangkan pengaruhnya dapat diabaikan pada periode berikutnya (Lag 2). Namun, dalam jangka panjang, impor memiliki dampak positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Inflasi memiliki dampak negatif dan signifikan pada periode berikutnya (Lag 1, 2, dan 3). Dalam jangka panjang, inflasi memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan temuan ini, pemerintah merekomendasikan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mengarahkan impor ke sektor produktif, dan secara efektif memerangi inflasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.