Kesehatan jiwa masih menjadi tantangan global mendasar, ditandai dengan peningkatan prevalensi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat di Indonesia dari 1,7 per mil menjadi 7 per mil atau setara 450 ribu jiwa, di mana 51,1% diantaranya tidak patuh minum obat (Kemenkes RI, 2021; Riskesdas, 2018; WHO, 2018). Orang dengan Gangguan Jiwa memerlukan dukungan keluarga yang optimal untuk menjaga kontinuitas pengobatan serta mencegah kekambuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pada penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Cilongok II. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 61 pengasuh pasien melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga serta skala kepatuhan minum obat, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki kepatuhan minum obat kategori sedang (55,74%). Analisis statistik membuktikan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (r = 0,756; p < 0,001). Kesimpulannya, semakin tinggi dukungan keluarga yang diberikan, semakin tinggi pula tingkat kepatuhan minum obat pasien.