Nur Subhan
Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam melalui Pepali Ki Ageng Selo dalam Penguatan Kohesi Sosial Masyarakat Nur Subhan; Ghufron Hamzah; Fitria Martanti; Jaiz Jamalullael
Peradaban Journal of Interdisciplinary Educational Research Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjier.v4i2.1301

Abstract

The dynamics of the globalized era have the potential to trigger identity crises and weaken social cohesion in society. This condition demands an ethical foundation based on local wisdom capable of maintaining social harmony. This study aims to analyze the educational values of Islam contained in Pepali Ki Ageng Selo, their internalization process, and their contribution to strengthening social cohesion among the community in Selo Village, Tawangharjo District, Grobogan Regency. This study employed a qualitative approach with an ethnographic design. Research subjects were selected through purposive sampling, consisting of the Village Head, Traditional Leaders (juru kunci), Religious Leaders, and local community members. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data validity was tested using source and method triangulation, while data analysis applied the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña (data reduction, data display, and conclusion drawing/verification). The results indicate that Pepali Ki Ageng Selo contains core Islamic educational values, such as taqwa (godliness), tasamuh (tolerance), ihsan (goodness), and qanaah (contentment). The internalization of these values occurs through exemplary methods (uswatun hasanah), unification of family education, and habituation of customary rituals that do not contradict Islamic law. This internalization serves as a social glue that effectively prevents horizontal conflicts, maximizes solidarity, and strengthens inter-citizen tolerance. These findings confirm that local wisdom based on Islam Nusantara is relevant as a sustainable cultural instrument for building community social cohesion. Dinamika era globalisasi berpotensi memicu krisis identitas dan pelemahan kohesi sosial di tengah masyarakat. Kondisi ini menuntut adanya fondasi etis berbasis kearifan lokal yang mampu menjaga keharmonisan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nilai-nilai pendidikan Islam dalam Pepali Ki Ageng Selo, proses internalisasinya, serta kontribusinya terhadap penguatan kohesi sosial masyarakat di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Subjek penelitian ditentukan secara purposive sampling, meliputi Kepala Desa, Tokoh Adat (juru kunci), Tokoh Agama, dan masyarakat setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data menerapkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pepali Ki Ageng Selo memuat nilai-nilai pendidikan Islam utama seperti taqwa, tasamuh (toleransi), ihsan, dan qanaah. Internalisasi nilai-nilai tersebut berlangsung melalui metode keteladanan (uswatun hasanah), unifikasi pendidikan keluarga, serta pembiasaan ritual adat yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Internalisasi ini berfungsi sebagai perekat sosial (social glue) yang efektif mencegah konflik horizontal, memaksimalkan solidaritas, dan memperkuat toleransi antarwarga. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal berbasis Islam Nusantara relevan dijadikan instrumen kultural yang berkelanjutan dalam membangun kohesi sosial masyarakat.