Lita Suryaningsih
Universitas PGRI Banyuwangi, Banyuwangi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Community-Based Tolerance Education: The Role of Village Government and Community Leaders in a Multi-Religious Community Lita Suryaningsih; Mufida Aulia Asrofi; Agus Nur Ismail; Dinda Astiya Ningsih; Ali Sholihin; Siti Faiq Qotul Nurla Hidariyanti
Peradaban Journal of Interdisciplinary Educational Research Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjier.v4i1.1324

Abstract

This study aims to analyze community-based tolerance education in Patoman Village, Banyuwangi, focusing on the forms and practices of tolerance education, the roles of the Village Government and Community Leaders as educational actors or facilitators, and the process of transmitting and shaping tolerance values through social interactions and interfaith activities. Using a descriptive qualitative approach, data were gathered through direct observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that tolerance education takes place dynamically within the community's social space through socialization, interactive dialogues, mutual assistance (gotong royong), and interfaith youth activities. The Village Government functions as a learning environment facilitator providing regulations and mediation spaces, whereas Community and Religious Leaders act as informal educational agents and role models through exemplary conduct and guidance. Tolerance values are transmitted through respect for religious boundaries and active collaboration in public affairs. Although facing challenges such as differing doctrinal interpretations and potential external political provocations, the synergy of local leadership and strong social capital proves effective in maintaining interfaith harmony amidst diversity. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan toleransi berbasis masyarakat di Desa Patoman, Banyuwangi, dengan berfokus pada bentuk dan praktik pendidikan toleransi, peran Pemerintah Desa dan Tokoh Masyarakat sebagai aktor atau fasilitator pendidikan, serta proses transmisi dan pembentukan nilai toleransi melalui interaksi sosial dan kegiatan lintas agama. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data penelitian dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan toleransi berlangsung secara dinamis dalam ruang sosial masyarakat melalui sosialisasi, dialog interaktif, gotong royong, dan kegiatan pemuda lintas iman. Pemerintah Desa berperan sebagai fasilitator lingkungan pembelajaran yang menyediakan regulasi dan ruang mediasi, sementara Tokoh Masyarakat bertindak sebagai agen pendidikan informal sekaligus role model melalui keteladanan dan nasihat. Nilai toleransi ditransmisikan melalui penghormatan batas-batas ajaran keagamaan serta kerja sama aktif dalam kegiatan sosial. Kendati dihadapkan pada tantangan seperti perbedaan penafsiran ajaran dan potensi provokasi dari luar desa, sinergi kepemimpinan lokal dan modal sosial yang kuat terbukti efektif dalam merawat kerukunan di tengah kemajemukan.