This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Sudarlin Yusuf
Universitas Negeri Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Low-Cost Digital Health Promotion Model Berbasis Participatory Health Communication Bagi Mahasiswa Keguruan di Malaysia Rima Kusumah Dewi; Sofia Sofia; Malahayati Malahayati; Sudarlin Yusuf; Umi Widiastuti; Usep Suhud
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19487

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan dan kesehatan telah mendorong kebutuhan terhadap model promosi kesehatan yang berbiaya rendah, mudah diakses, partisipatif, dan berkelanjutan. Mahasiswa keguruan sebagai calon pendidik memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah dan masyarakat. Namun, rendahnya literasi kesehatan digital, keterbatasan anggaran, misinformasi kesehatan, kesenjangan akses teknologi, serta tantangan etika penggunaan Artificial Intelligence masih menjadi hambatan dalam pelaksanaan promosi kesehatan digital. Artikel ini bertujuan mengembangkan Low-Cost Digital Health Promotion Model bagi mahasiswa keguruan di Malaysia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui tahapan Metaplan-Based Participatory Brainstorming, Health Literacy Enhancement, Low-Cost Digital Technology Workshop, dan Sustainable Commitment Session. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta membutuhkan model promosi kesehatan yang sederhana, berbasis teknologi berbiaya rendah, mudah direplikasi, serta mampu membangun rasa memiliki terhadap program. Model yang dikembangkan terdiri atas komponen input, process, output, outcome, dan impact. Kebaruan model ini terletak pada integrasi literasi kesehatan, literasi digital, pemanfaatan teknologi berbiaya rendah, partisipasi peserta, etika penggunaan AI, dan pembentukan Sustainable Learning Environment. Model ini dapat menjadi strategi manajemen inovasi pendidikan kesehatan digital bagi institusi pendidikan dengan sumber daya terbatas.