Sirojul Fuadi
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Al Maksum, Langkat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REKONSTRUKSI PEMBANGUNAN PERADABAN ISLAM PADA PERIODE MADINAH (622–632 M): INTEGRASI SOSIAL, TATA KELOLA POLITIK, EKONOMI, PENDIDIKAN, DAN PERTAHANAN Maulana Falah; Sirojul Fuadi
Cemara Education and Science Vol. 4 No. 3 (2026): Vol IV. Edisi III. Tahun 2026
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62145/ces.v4i3.234

Abstract

Penelitian ini merekonstruksi pembangunan peradaban Islam pada periode Madinah (622–632 M) melalui pembacaan historis terhadap hijrah, pembentukan institusi sosial, Piagam Madinah, tata kelola politik, pengaturan ekonomi, pendidikan, serta pertahanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-historis dengan studi kepustakaan dan analisis isi. Sumber utama penelitian berupa makalah yang menjadi bahan awal penelitian, sedangkan sumber sekunder berupa artikel jurnal dan buku berbahasa Indonesia yang relevan dengan tema. Analisis dilakukan melalui identifikasi fakta, pengelompokan temuan ke dalam tema, perbandingan antar-sumber, interpretasi konteks, dan penarikan generalisasi terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan masyarakat Madinah tidak dibangun melalui satu kebijakan tunggal, melainkan melalui rangkaian kebijakan yang saling menguatkan: masjid berfungsi sebagai pusat integrasi, persaudaraan Muhajirin–Anshar menjadi mekanisme kohesi sosial, Piagam Madinah menjadi kerangka hubungan antarkelompok, musyawarah menopang pengambilan keputusan, dan pengaturan ekonomi serta solidaritas sosial memperkuat daya tahan komunitas. Pendidikan berjalan sebagai proses pembentukan karakter yang terhubung langsung dengan kehidupan sosial. Pertahanan tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan perjanjian politik dan tanggung jawab kolektif. State of the art penelitian ini terletak pada pembacaan periode Madinah sebagai satu ekosistem peradaban yang menghubungkan dimensi sosial, politik, ekonomi, pendidikan, dan pertahanan. Gap penelitian ditemukan pada kecenderungan studi sebelumnya yang lebih sering memusatkan analisis pada Piagam Madinah atau satu sektor tertentu. Novelty penelitian ini berupa model rekonstruktif yang menempatkan Piagam Madinah, institusi masjid, ukhuwah, tata kelola, pendidikan, ekonomi, dan pertahanan sebagai satu rangkaian pembangunan peradaban.