This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Agustiman Agustiman
Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Sikap Toleransi Beragama dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen pada Siswa Kelas V di SDN 6 Pahandut Kota Palangka Raya Novia Flora Aditha; Wilson Wilson; Agustiman Agustiman
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20848

Abstract

Keberagaman agama di lingkungan sekolah menuntut peserta didik memiliki sikap toleransi agar tercipta kehidupan yang harmonis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi sikap toleransi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen serta menganalisis tantangan yang dihadapi siswa kelas V di SDN 6 Pahandut Kota Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas delapan siswa Kristen kelas V, satu guru Pendidikan Agama Kristen, dan satu kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa telah mengimplementasikan sikap toleransi melalui penerimaan terhadap perbedaan agama, penghormatan terhadap kebebasan beribadah, perlakuan yang adil, kerja sama tanpa membedakan agama, hubungan sosial yang harmonis, serta penghargaan terhadap perayaan keagamaan teman. Penelitian juga menemukan bahwa pemahaman siswa yang masih terbatas, pengaruh keluarga, media sosial, dan perbedaan karakter menjadi tantangan dalam implementasi toleransi. Disimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, keteladanan guru, dan budaya sekolah berperan penting dalam membentuk sikap toleransi beragama, meskipun diperlukan penguatan melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat