Quality people are an asset and the future of the nation. Creating superior quality human resources can be achieved through a high-quality learning process. Such learning involves teachers who possess adequate teaching competencies and maintain good mental health. To support their role, teachers exert significant effort in the learning process. The extent of their contribution to educating future generations makes them vulnerable to mental health issues. One such vulnerability is the experience of stress and work-related fatigue (burnout). If stress and burnout are not properly managed, they can lead to serious mental health problems and negatively affect work productivity. This community service initiative contributes through training programs that optimize stress management strategies, drawing from the perspectives of teachers, school principals, and school management. The stress and burnout management training involved 45 teachers and educational staff at SD Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang. As a result of this program, teachers and educational staff reported increased knowledge about stress and burnout, and improved skills in handling typical workplace pressures. Based on evaluation outcomes, future service initiatives are recommended to include competency-based training for teachers and educational staff, as well as increased recognition and rewards for training participants. Manusia berkualitas adalah aset sekaligus masa depan bangsa. Untuk menciptakan kualitas SDM unggul dapat diperoleh melalui pembelajaran yang berkualitas. Pembelajaran berkualitas akan dapat dicapai jika ada pelibatkan guru/tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi dan kondisi kesehatan mental memadai. Namun demikian, studi menunjukkan tingginya prevalensi stres dan burnout serta kerentanan yang dihadapi oleh guru SD. Kondisi rentan tekanan dan burnout jika tidak dikelola dengan baik dapat memicu permasalahan psikologis, memengaruhi kesehatan mental guru dan berdampak pada kualitas pembelajaran di sekolah. Guna menunjang pekerjaannya, guru/ tenaga kependidikan melakukan upaya optimal dalam proses pembelajaran. Besarnya upaya yang dilakukan untuk turut berkontribusi dalam mendidik generasi masa depan, membuatnya memiliki sisi rentan dalam masalah kesehatan mental. Kerentanan yang dialami dapat berupa mengalami tekanan (stress) dan kelelahan kerja (burnout). Kondisi stres dan burnout yang tidak terkelola dengan baik membawa pada permasalahan kesehatan mental serta berdampak pada produktivitas kerjanya. Tim pengabdian berkontribusi melalui pelatihan dengan mengoptimalkan strange based dari sisi guru, kepala sekolah dan managemen sekolah. Pengabdian dilakukan pada 45 orang guru dan tenaga kependidikan di SD. Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang. Hasil pengabdian menunjukkan guru dan tenaga kependidikan setelah mendapatkan pelatihan pengelolaan stres dan burnout memiliki peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola stress dan burnout. Berdasarkan hasil evaluasi, saran untuk pengabdian selanjutnya untuk memberikan pelatihan kompetensi pada guru dan tenaga kependidikan serta memperbanyak pemberian reward pada peserta pelatihan.