A. Afifah Asma Nailah
Program Studi Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi dan Pendampingan Pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas Ayusia Kusuma; A. Afifah Asma Nailah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Panrita Abdi - April 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i2.45453

Abstract

Abstract. . This community service program was implemented in Pasir Wetan Village, Karanglewas Subdistrict, Banyumas Regency, with the objective of establishing a Women- and Child-Friendly Village (Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak/DRPPA) in accordance with the initiative of the Ministry of Women’s Empowerment and Child Protection (MoWECP). The DRPPA model aims to integrate gender perspectives and child rights into local governance, development, and sustainable community empowerment. The urgency of this program is underlined by the high incidence of gender-based violence in Banyumas Regency and the limited village capacity to implement DRPPA indicators, including women and child organization, prevention of violence, and protection from child marriage. The program consisted of three stages which are socialization, mentoring, and inauguration. Socialization activities included community counseling on women’s and children’s rights and the establishment of Women and Children Friends Volunteers (Sahabat Perempuan dan Anak/SAPA) as change agents at the village level. Mentoring activities were conducted continuously to strengthen the capacity of community members, village cadres, and officials to independently manage and sustain the program. The program also resulted in the compilation of gender-disaggregated data, and the inauguration of DRPPA Village and issuance of Village Head Decrees related to SAPA Volunteers and Children Forum. The outcomes indicate increased community awareness of gender and child rights issues, stronger participation across different social groups, and the presence of trained volunteers and cadres capable of sustaining DRPPA initiatives Keywords: DRPPA, Gender mainstreaming, women and children, gender-based violence.   Abstrak. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dengan tujuan membentuk Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) sesuai gagasan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). DRPPA merupakan model desa yang mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Urgensi program ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus kekerasan berbasis gender di Kabupaten Banyumas dan masih terbatasnya kapasitas desa dalam mengimplementasikan indikator DRPPA, termasuk pengorganisasian perempuan dan anak, pencegahan kekerasan, hingga perlindungan dari perkawinan anak. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pendampingan, dan pengukuhan. Sosialisasi mencakup penyuluhan kepada masyarakat mengenai hak-hak perempuan dan anak serta pembentukan Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) sebagai agen perubahan di tingkat desa. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, kader desa, dan perangkat desa agar mampu menjalankan program secara mandiri. Selain itu, pengabdian ini juga menghasilkan penyusunan data terpilah gender, terbentuknya DRPPA melalui diterbitkannya Surat Keputusan Kepala Desa terkait Relawan SAPA dan Forum Anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu gender dan hak anak, keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat desa, serta lahirnya relawan dan kader terlatih yang siap melanjutkan program. Kata Kunci:DRPPA, Pengarusutamaan gender, perempuan dan anak, kekerasan berbasis gender