Lady Virginia Jeanette Wurangian
Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Bantuan Hidup Dasar melalui Penyuluhan dan Pelatihan Resusitasi Jantung Paru Siswa SMA Santo Paulus Jakarta Hadiyanto Hadiyanto; Wilson Evan Aten; Amelia Thiopelus; Tesya Tesya; Jeremy Jeconiah; Lady Virginia Jeanette Wurangian; Felicia Faustina Rahardja; Rafaelle Thalya Wangsaputri; Vanya Laura Andini; Angely Margaretha Eriady; Putu Bagus Aditya Adi Perdana; Juan Andre Kuistono
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.47386

Abstract

Cardiac arrest is a medical emergency that can occur suddenly and may result in death if prompt and appropriate treatment is not provided. Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), as a core component of Basic Life Support (BLS), plays a crucial role in increasing victims’ survival chances. Therefore, CPR knowledge and skills need to be introduced at the school level to improve adolescents’ preparedness in responding to emergency situations. This community service activity aimed to evaluate improvements in CPR knowledge among grade X and XI students of Santo Paulus Senior High School, Jakarta, following educational counseling and practical training. The activity was conducted on September 12, 2025, using a pre-test and post-test approach combined with interactive educational sessions and hands-on CPR simulation practice using manikins. A total of 50 students participated in all stages of the activity. Educational sessions were delivered through a participatory approach to strengthen students’ understanding of basic CPR concepts, while simulation activities focused on training students to perform CPR procedures correctly and safely according to established guidelines. Data were analyzed quantitatively to assess changes in knowledge scores before and after the intervention. The results demonstrated an increase in students’ knowledge after participating in the CPR training. Participants showed high enthusiasm during simulation activities and were able to correctly demonstrate CPR steps. Post-test scores were higher than pre-test scores, indicating improved understanding and readiness to respond to cardiac arrest situations.   Kejadian henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan kematian apabila tidak segera diberikan penanganan yang tepat. Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebagai bagian dari Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan intervensi awal yang sangat penting untuk meningkatkan peluang keselamatan korban. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan RJP perlu diperkenalkan sejak usia sekolah sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi keadaan darurat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan siswa kelas X dan XI SMA Santo Paulus Jakarta mengenai RJP setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 September 2025 dengan metode pre-test, penyuluhan interaktif, simulasi praktik RJP menggunakan manekin, serta post-test sebagai evaluasi akhir. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 50 siswa. Penyuluhan disampaikan secara partisipatif untuk meningkatkan pemahaman konsep dasar RJP, sedangkan simulasi praktik bertujuan melatih keterampilan siswa dalam melakukan tindakan RJP sesuai dengan prosedur yang benar. Analisis data dilakukan secara kuantitatif untuk melihat perubahan skor pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti pelatihan RJP. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama simulasi dan mampu memperagakan langkah-langkah RJP dengan benar. Skor post-test secara umum lebih tinggi dibandingkan skor pre-test, yang mengindikasikan peningkatan pemahaman dan kesiapan siswa dalam menghadapi kejadian henti jantung. Kesimpulan Penyuluhan dan pelatihan RJP efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar siswa SMA. Intervensi yang sama direkomendasikan untuk dilaksanakan secara rutin di sekolah guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani henti jantung.