Tri Yustini
Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan PKK melalui Sistem Hidroponik Menggunakan Energi Matahari Mewujudkan Ketahanan Pangan di Desa Tebul, Bangkalan Hendi Agung; Fenny Irawati; Rafina Ainul; Joy Pardede; Petra Kurniawan; Tri Yustini
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.48882

Abstract

This community service program started with a deep concern over the limited access to healthy food and the high risk of stunting in Bangkalan. The primary challenges faced by the partners include a heavy reliance on expensive external food supplies, restricted access to clean water especially during the dry season, and a collective anxiety regarding the additional electricity costs that often come with modern agricultural. Therefore, the main objective of this initiative is to bolster household food security through the implementation of appropriate technology in the form of an energy-efficient hydroponic system powered by solar energy. The program employed a participatory approach divided into five systematic stages: socialization to align perceptions and needs, technical training on solar panel assembly, integrated system installation in yards, cultivation mentoring, and a final evaluation. The outputs of this activity include the development of a training module and the submission of IPR for the system design. The applied technology utilizes the DFT supported by a 100 WP solar panel and a 12V DC pump, ensuring nutrient circulation without imposing any operational financial burden on the residents. The results of this service demonstrate a tangible transformation among the partners, characterized by a significant improvement in technical skills for autonomous equipment operation and the successful cultivation of lettuce and water spinach through to a high-quality initial harvest. Beyond the physical results, this program has fostered social cohesion, a spirit of mutual cooperation, and newfound self-confidence among the women of the PKK in managing environmentally friendly technology. This success proves that integrating renewable energy into the household agricultural sector is a sustainable solution to improve health standards and the economic independence. Program pengabdian masyarakat ini lahir dari kegelisahan mendalam akan terbatasnya akses pangan sehat dan tingginya risiko stunting di Kabupaten Bangkalan, khususnya di kawasan marginal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi ketergantungan pada pasokan pangan luar yang mahal, keterbatasan akses air bersih terutama saat musim kemarau, serta kekhawatiran kolektif akan beban biaya listrik tambahan jika menerapkan sistem pertanian modern. Oleh karena itu, tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat ketahanan pangan rumah tangga melalui implementasi teknologi tepat guna berupa sistem hidroponik hemat energi berbasis PLTS. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang terbagi dalam lima tahapan sistematis, yaitu sosialisasi untuk menyelaraskan persepsi dan kebutuhan, pelatihan teknis perakitan solar panel, instalasi sistem terintegrasi di lahan pekarangan, pendampingan budidaya, serta evaluasi akhir. Output dari kegiatan ini mencakup pembuatan modul pelatihan dan pengajuan HKI atas desain sistem. Teknologi yang diterapkan menggunakan teknik DFT dengan dukungan solar panel 100 WP dan pompa DC 12V untuk menjamin efisiensi sirkulasi nutrisi tanpa memberikan beban biaya operasional bagi warga. Hasil pengabdian menunjukkan transformasi nyata pada mitra, yang ditandai dengan peningkatan signifikan pada keterampilan teknis pengoperasian alat secara mandiri serta keberhasilan siklus budidaya tanaman selada dan kangkung hingga tahap panen perdana yang berkualitas tinggi. Lebih dari sekadar hasil fisik, program ini telah memicu tumbuhnya kohesi sosial, semangat gotong royong, dan kepercayaan diri para ibu PKK dalam mengelola teknologi ramah lingkungan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa integrasi energi terbarukan pada sektor pertanian rumah tangga merupakan solusi strategis yang berkelanjutan untuk meningkatkan taraf kesehatan serta kemandirian ekonomi masyarakat.