Angelia Hotmauli Munthe
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Preferensi Iklan Skincare Tiktok dan Self Control terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Angelia Hotmauli Munthe; Rini Eka Sari; Sulistyo Budiarto
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara preferensi iklan skincare TikTok dan self control dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah mengubah fungsinya dari sekadar sarana komunikasi dan hiburan menjadi media pemasaran, sehingga mahasiswa yang sebagian besar merupakan Generasi Z sering terpapar konten promosi dan berpotensi terdorong melakukan pembelian impulsif, tidak rasional, dan boros. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 67 mahasiswa aktif PGSD yang dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu mahasiswa yang aktif menggunakan TikTok dan pernah membeli produk skincare melalui platform tersebut. Data dikumpulkan menggunakan skala psikologi untuk mengukur perilaku konsumtif, preferensi iklan skincare TikTok, dan self-control, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi iklan skincare TikTok dan self control secara bersama-sama memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku konsumtif, dengan sumbangan efektif sebesar 50,7%. Preferensi iklan skincare TikTok berhubungan positif dan signifikan dengan perilaku konsumtif, sedangkan self control berhubungan negatif dan signifikan dengan perilaku konsumtif. Temuan ini menunjukkan bahwa upaya menurunkan perilaku konsumtif mahasiswa memerlukan sikap yang lebih selektif dalam merespons iklan digital serta penguatan self control, sehingga edukasi literasi digital dan finansial bagi mahasiswa menjadi penting untuk dilakukan.