Yusuf Useng
Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Produktivitas Kerja di PT. Bumi Sentosa Jaya (BSJ) Theresia Anastasia Abat; Asbath Said; Yusuf Useng
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1324

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, khususnya di sektor industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara program keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja di PT. Bumi Sentosa Jaya Kabupaten Konawe Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 5.937 pekerja, dengan sampel sebanyak 98 responden yang diambil menggunakan rumus slovin. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup, dan analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square serta koefisien phi (φ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat pelindung diri (APD), pelatihan K3, dan inspeksi area memiliki hubungan yang signifikan terhadap produktivitas kerja dengan hasil uji chi-square menunjukkan nilai p-value ≤ 0,05. Nilai koefisien phi menunjukkan kekuatan hubungan dalam kategori sedang, yaitu penggunaan APD sebesar 0,449, pelatihan K3 sebesar 0,437, dan inspeksi area sebesar 0,386. Penerapan K3 secara menyeluruh mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan kondusif, sehingga berdampak positif terhadap produktivitas karyawan. Disarankan agar perusahaan meningkatkan konsistensi penerapan program K3 melalui pengawasan, pelatihan berkelanjutan, serta evaluasi rutin agar produktivitas kerja karyawan semakin optimal.