Nia Silvina Daulay
Pendidikan Geografi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Urbanisasi Terhadap Perkembangan Permukiman Kumuh di Kota Semarang Jawa Tengah Nia Silvina Daulay; Rama Aulia; Septia Dewi; Zahratun Nasywa Elno; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.520

Abstract

Urbanisasi merupakan fenomena demografis yang menjadi salah satu faktor utama dalam transformasi ruang perkotaan, namun pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan penyediaan hunian layak dapat memicu perkembangan kawasan permukiman kumuh. Kota Semarang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan pendidikan di Jawa Tengah menghadapi tekanan spasial akibat peningkatan aktivitas perkotaan, keterbatasan lahan, serta meningkatnya kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh urbanisasi terhadap perkembangan kawasan permukiman kumuh di Kota Semarang melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan protokol PRISMA melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi terhadap 20 artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar dan Scopus pada periode 2015–2025. Analisis data dilakukan menggunakan content analysis untuk mengidentifikasi hubungan antara dinamika urbanisasi, tekanan ruang, kemiskinan perkotaan, keterbatasan infrastruktur, dan perkembangan kawasan kumuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urbanisasi berperan sebagai katalis terbentuknya kawasan kumuh melalui rantai sebab akibat berupa peningkatan kepadatan penduduk, kenaikan harga lahan, keterbatasan akses hunian formal, ekspansi permukiman informal, serta defisit infrastruktur dasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permasalahan kawasan kumuh di Kota Semarang merupakan fenomena multidimensional yang membutuhkan pendekatan tata kelola perkotaan terpadu berbasis pengendalian ruang, penyediaan hunian inklusif, dan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan.