Adhi Munajar
Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Kekeringan Berkepanjangan Terhadap Perubahan Struktur Ekonomi Rumah Tangga Petani di Wilayah Lahan Kering Kabupaten Sabu Raijua Nusa Tenggara Timur Nurul Aulia; Saidatul Ahmalia; Dwi Natasya; Lia Afiqah; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.522

Abstract

Wilayah lahan kering di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Sabu Raijua, memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap perubahan iklim akibat karakteristik geografis pulau kecil, kondisi semi-arid, keterbatasan sumber daya air, serta dominasi sistem pertanian tadah hujan. Fenomena kekeringan berkepanjangan tidak hanya berdampak terhadap produktivitas pertanian, tetapi juga memengaruhi keberlanjutan ekonomi rumah tangga petani melalui perubahan struktur nafkah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi strategi nafkah rumah tangga petani lahan kering dalam menghadapi tekanan iklim menggunakan pendekatan Sustainable Livelihoods Framework (SLF). Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan modifikasi kerangka PRISMA melalui proses identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi terhadap 16 artikel serta laporan penelitian yang relevan. Data dianalisis menggunakan pendekatan analisis isi tematik dengan mengkaji perubahan lima modal nafkah, yaitu modal alam, finansial, manusia, fisik, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekeringan menyebabkan kontraksi sektor pertanian (on-farm) akibat kegagalan panen, sehingga rumah tangga petani melakukan diversifikasi nafkah melalui sektor peternakan, pengolahan lontar, tenun ikat, produksi garam, dan migrasi tenaga kerja. Transformasi tersebut menunjukkan kemampuan adaptasi masyarakat dalam mengonversi keterbatasan modal alam menjadi strategi bertahan hidup berbasis modal sosial dan ekonomi lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan ketahanan rumah tangga petani di wilayah kering tidak dapat hanya bergantung pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi harus diarahkan pada diversifikasi nafkah berbasis potensi lokal dan adaptasi iklim berkelanjutan.