Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru di SMK PGRI 3 Kota Serang, baik secara parsial maupun simultan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya indikasi keterbatasan sistem kompensasi guru serta fasilitas penunjang lingkungan kerja yang belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMK PGRI 3 Kota Serang yang berjumlah 58 orang, dengan teknik pengambilan sampel jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert dan diolah menggunakan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja guru (t-hitung = 4,013; sig. = 0,000). Lingkungan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja guru (t-hitung = 8,163; sig. = 0,000) dan terbukti sebagai variabel yang memberikan kontribusi paling dominan (Beta = 0,651) dibandingkan motivasi kerja (Beta = 0,320). Secara simultan, motivasi kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, dengan nilai F-hitung sebesar 105,322 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,793 menunjukkan bahwa 79,3% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh motivasi kerja dan lingkungan kerja, sedangkan sisanya 20,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar pihak sekolah terus meningkatkan kualitas lingkungan kerja fisik maupun non fisik serta mengevaluasi sistem kompensasi guru guna mendukung peningkatan kinerja guru secara berkelanjutan.