Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perbedaan Indeks Pencemaran Air di Inlet dan Outlet Waduk Saguling Provinsi Jawa Barat Muhammad Aulia Nur Rafi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Saguling sebagai waduk pertama dalam kaskade Sungai Citarum memegang peranan krusial sebagai penyaring awal beban pencemar dari hulu. Namun, pesatnya pertumbuhan aktivitas domestik, industri, dan pertanian di daerah tangkapan ait, serta budidaya Keramba Jaring Apung (KJA), memicu penurunan mutu air secara signifikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi parameter dominan, status mutu air dan tren temporal pada titik inlet dan outlet Waduk Saguling berdasarkan data historis periode 2004–2025. Metode penelitian meliputi analisis frekuensi untuk mengidentifikasi parameter pencemar dominan serta metode Indeks Pencemar (IP) berdasarkan Kepmen LH No. 115 Tahun 2003 dengan acuan baku mutu air Kelas 2 (PP No. 22 Tahun 2021). Hasil analisis frekuensi (F > 50%), mengidentifikasi 4 parameter pencemar domina yang konsisten melampaui baku mutu pada kedua titik pemantauan, yaitu Dissolved Oxygen (DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Klorin Bebas, dan Fosfat. Secara umum, status mutu air Inlet dan Outlet berada pada kategori Cemar Sedang (5,0 < IP ≤10). Rata-rata nilai IP pada musim kemarau lebih tinggi dibandingkan musim hujan akibat efek pengentalan beban pencemar. Tingginya nilai IP dipicu oleh tingginya konsentrasi H2S. Secara keseluruhan, Waduk Saguling berkontribusi mereduksi beban pencemar dari hulu. Meski demikian, aktivitas KJA serta fenomena umbalan justru memicu parameter pencemar baru dititik Outlet, seperti nitrit, fosfat, dan H2S.