Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effectiveness of Scenario-Based Simulation Training for Perianesthetic Emergencies on Anesthesia Nurses’ Preparedness and Accuracy of Clinical Interventions Dewi Kartika Sari; Aric Frendy Andriyan; Elisa Ayudia; Binuri Nisya Fi Amanillah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 5 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i5.2615

Abstract

Although anesthesia nurses play a crucial role in managing perianesthetic emergencies, various reports continue to indicate delays and inaccuracies in clinical interventions due to limited clinical experience and suboptimal training methods. This study aimed to determine the effectiveness of perianesthetic emergency scenario-based simulation training on the preparedness and accuracy of anesthesia nurses’ clinical interventions This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach and was conducted at Siti Rahmah Islamic Hospital from January to June 2026. The study population consisted of all anesthesia nurses working in the operating room, and a total sampling technique was used to recruit 12 respondents. Preparedness was assessed using a questionnaire yielding a Cronbach’s alpha coefficient of 0.841, while the accuracy of anesthesia nurses’ interventions was evaluated using an observation checklist. Data were analyzed using univariate statistics and a paired samples t-test for bivariate analysis. The results showed that most respondents were aged 25–35 years (66.7%), male (58.3%), held a Diploma IV degree in Nurse Anesthesiology (66.7%), and had 0–5 years of work experience (75.0%). The mean preparedness score increased from 38.91 ± 8.20 during the pre-test to 44.25 ± 3.69 during the post-test. Similarly, the mean score for intervention accuracy increased from 12.00 ± 1.47 at pre-test to 12.75 ± 1.05 after receiving perianesthetic emergency scenario-based simulation training. Statistical analysis revealed that scenario-based simulation training had a significant effect on improving anesthesia nurses’ preparedness (p = 0.015) and the accuracy of their clinical interventions (p = 0.032). It can be concluded that scenario-based simulation training significantly improves anesthesia nurses’ preparedness and the accuracy of their clinical interventions.
Pengobatan Gratis Pada Masyarakat Solok Selatan Di Puskesmas Sangir Siska Ferilda; Yahdian Rasyadi; Cindy Elvionita; Elisa Ayudia; Wida Ningsih; Afdhil Arel; Sandra Tri Juli Fendri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7496

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program pengobatan gratis menjadi salah satu upaya institusi pendidikan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pengabdian ini dilaksanakan di Puskesmas Sangir, Kabupaten Solok Selatan, dengan tujuan memberikan layanan pemeriksaan oleh berbagai dokter spesialis dan pemberian obat secara gratis kepada warga. Setelah dilakukan pemeriksaan gratis, masyarakat memperoleh resep dari dokter, dan menebus obat sekaligus menerima obat dari Apoteker dan diedukasi guna meningkatkan pemahaman pasien mengenai penggunaan obat yang benar. Mitra yang terlibat mencakup Puskesmas Sangir, tenaga medis, serta perangkat nagari. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap persiapan yang meliputi koordinasi, pemetaan kebutuhan, dan penyediaan obat; tahap pelaksanaan yang mencakup registrasi pasien, pemeriksaan, konsultasi dokter, penyerahan obat, dan edukasi oleh tim dosen Farmasi serta mahasiswa; serta tahap evaluasi melalui wawancara singkat untuk menilai kebermanfaatan kegiatan bagi peserta. Selama kegiatan berlangsung, tim berhasil melayani 254 resep yang diberikan kepada masyarakat. Peserta menunjukkan penerimaan yang baik dan merasa terbantu dengan layanan yang diberikan. Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, program ini juga memperkaya pengalaman mahasiswa dalam praktik pelayanan farmasi di lapangan. Pelaksanaan pengabdian ini memberikan gambaran bahwa kegiatan layanan kesehatan berbasis komunitas mampu memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dan masyarakat serta memiliki kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan.