This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Amri Dunan
Universitas Gunadarma Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Interaksi Digital Anak di Youtube dan Pemenuhan Kebutuhan Belajar Catur: Perspektif Uses and Gratifications Aay Aisyah Anisa; Amri Dunan
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 10: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i10.19739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana anak-anak memaknai interaksi digital mereka di platform YouTube dalam konteks pembelajaran catur serta bagaimana konten yang mereka akses memenuhi kebutuhan belajar dari perspektif Uses and Gratifications. Penelitian ini berada dalam paradigma konstruktivisme, yang melihat anak-anak sebagai subjek aktif dalam membangun makna dan pengalaman belajar melalui media digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, metode yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap lima narasumber anak usia 9–13 tahun yang secara aktif mengakses dan mempelajari catur melalui YouTube. Narasumber berasal dari berbagai daerah, seperti Daerah Istimewa Yogyakarta, Bogor, Madiun dan Jakarta, dan dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi anak dalam mengakses konten catur di YouTube meliputi pemenuhan kebutuhan: Kognitif – seperti memahami strategi pembukaan seperti Italian Game dan Queen's Gambit, belajar taktik seperti fork, pin, dan skewer, serta mengenal kombinasi skakmat, Afektif – anak merasa senang, termotivasi, dan mendapatkan hiburan dari video tutorial atau pertandingan catur dengan animasi dan narasi yang menarik., Sosial – anak merasa bangga ketika bisa membagikan pemahaman baru kepada teman-teman sekolah atau bergabung dalam komunitas digital catur pemula, Kompetitif – YouTube menjadi sumber utama mereka untuk belajar sebelum mengikuti pertandingan online dan offline. Penelitian juga menemukan beberapa tantangan, antara lain kurasi konten yang tidak terstandarisasi, gangguan algoritma YouTube yang merekomendasikan konten di luar tujuan belajar, serta pola komunikasi negatif dalam komentar atau live chat seperti saling mencela yang dapat mengurangi kenyamanan anak dalam proses belajar. Dengan demikian, YouTube berpotensi menjadi sarana pembelajaran catur yang efektif apabila digunakan secara sadar, disertai pendampingan, serta pemilihan konten yang relevan dan berkualitas.