This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Achmad Juliansyah
Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Teknologi Pendidikan Berbasis Inklusivitas: Studi Kasus Pada Sekolah Dengan Keterbatasan Akses Perangkat Digital Achmad Juliansyah
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 10: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i10.19925

Abstract

Pendidikan inklusif menuntut agar setiap peserta didik, tanpa memandang latar belakang kondisi fisik, kognitif, maupun sosial ekonomi, memperoleh kesempatan belajar yang setara, termasuk dalam pemanfaatan teknologi pendidikan. Namun, implementasi teknologi pendidikan berbasis inklusivitas di lapangan masih menghadapi tantangan besar, terutama pada sekolah-sekolah dengan keterbatasan akses perangkat digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sekolah dengan keterbatasan perangkat digital mengimplementasikan teknologi pendidikan yang inklusif, termasuk strategi, teknologi asistif, dan faktor pendukung maupun penghambat yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus multi-situs (multi-site case study), yang datanya dihimpun melalui penelusuran dan sintesis mendalam terhadap laporan penelitian, studi kasus terdahulu, serta dokumen kebijakan yang membahas praktik nyata penerapan teknologi pendidikan inklusif di berbagai jenjang sekolah di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa sekolah dengan keterbatasan perangkat digital umumnya menempuh strategi berbagi perangkat (device sharing), pemanfaatan teknologi asistif sederhana atau low-tech, kolaborasi antara guru pendidikan khusus dan guru kelas reguler, serta modifikasi materi ajar agar tetap dapat diakses oleh seluruh siswa termasuk siswa berkebutuhan khusus. Faktor pendukung keberhasilan meliputi pelatihan guru, dukungan kepala sekolah, dan kemitraan dengan pihak eksternal, sedangkan faktor penghambat utama meliputi keterbatasan anggaran, minimnya pelatihan teknis, dan rendahnya literasi digital sebagian guru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan afirmatif, penyediaan teknologi asistif berbiaya terjangkau, serta pelatihan berkelanjutan agar implementasi teknologi pendidikan yang inklusif dapat berjalan optimal meskipun dengan keterbatasan perangkat digital.