This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
M. Nailul Azmi
Sekolah Tingi Agama Islam Al-Mannan Tulungagung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Disrupsi Keluarga Pekerja Migran Indonesia dalam Perspektif Maqāṣid al-Usrah Jamaluddin 'Athiyyah: Studi Kasus di Kabupaten Tulungagung M. Nailul Azmi
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 10: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i10.19970

Abstract

Disrupsi keluarga merupakan kondisi yang ditandai oleh ketegangan hubungan antaranggota keluarga, isolasi emosional, kesulitan ekonomi, serta gangguan komunikasi dan interaksi yang dapat memengaruhi stabilitas rumah tangga. Fenomena ini semakin kompleks pada keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI), terutama yang menjalani Long Distance Marriage (LDM). Di Kabupaten Tulungagung tercatat terdapat 150 tenaga kerja lokal dan 4.466 pekerja migran, sehingga pemisahan fisik, keterbatasan komunikasi, pemenuhan kebutuhan biologis, dan penyelesaian konflik menjadi tantangan utama bagi keberlangsungan keluarga. Penelitian ini merupakan field research dengan pendekatan kualitatif, menggunakan desain grounded theory dan teknik purposive sampling. Penelitian bertujuan menganalisis bentuk disrupsi keluarga PMI di Kabupaten Tulungagung serta mengkaji fenomena tersebut berdasarkan perspektif Maqashid al-Usrah Jamaluddin ‘Athiyyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif, kejujuran, dan transparansi menjadi fondasi utama dalam menjaga keharmonisan keluarga LDM. Selain itu, pemerintah Kabupaten Tulungagung menunjukkan komitmen melalui penguatan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan PMI, tetapi juga pada pemberdayaan keluarga yang ditinggalkan. Perspektif Maqashid al-Usrah memberikan landasan teoretis yang komprehensif dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, sosial, dan kemaslahatan keluarga sebagai dasar dalam menghadapi disrupsi keluarga akibat migrasi kerja.