This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Adinda Ameliya
Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Parameter Spesifik dan Nonspesifik Simplisia Daun Kelor (Moringa oleifera L.): Literatur Review Allya Fhadyla; Abdurrazak Abdurrazak; Adinda Ameliya; Adzka Zakia; Aura Asyifa
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.20779

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan bahan baku obat tradisional yang banyak dimanfaatkan karena memiliki kandungan metabolit primer dan sekunder yang beragam. Pemanfaatannya yang luas perlu didukung oleh standardisasi mutu simplisia untuk menjamin keseragaman, keamanan, dan khasiat bahan baku. Namun, nilai acuan parameter spesifik dan nonspesifik simplisia daun kelor masih menunjukkan variasi antarpenelitian. Penelitian ini bertujuan menelaah dan merangkum data mengenai parameter spesifik dan nonspesifik simplisia serta ekstrak daun kelor berdasarkan literatur yang tersedia. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka naratif dengan tahapan penelusuran yang mengadaptasi alur PRISMA 2020 terhadap artikel penelitian primer terindeks Scopus yang membahas mutu, komposisi, dan standardisasi daun, simplisia, maupun ekstrak Moringa oleifera L. Hasil telaah menunjukkan adanya variasi pada parameter mutu, meliputi kadar sari larut air, kadar sari larut etanol, susut pengeringan, kadar air, kadar abu total, kadar abu larut air, dan kadar abu tidak larut asam. Variasi tersebut terutama dipengaruhi oleh lokasi tumbuh, kondisi bahan baku, metode dan suhu pengeringan, proses ekstraksi, serta bentuk sediaan yang dianalisis. Sejumlah penelitian yang mengacu pada kaidah Farmakope Herbal Indonesia menunjukkan bahwa karakteristik mutu simplisia daun kelor belum sepenuhnya seragam antarwilayah dan metode pengolahan. Temuan ini menegaskan perlunya penelitian standardisasi farmakognosi simplisia daun kelor yang lebih luas dan mencakup berbagai wilayah geografis agar dapat disusun rentang nilai acuan mutu yang lebih representatif dan dapat digunakan sebagai dasar pengendalian kualitas bahan baku obat tradisional.