Kematian ibu merupakan peristiwa yang dapat mengubah dinamika keluarga serta memengaruhi proses komunikasi antaranggota keluarga. Perubahan tersebut dapat berdampak pada kesejahteraan emosional remaja, terutama dalam kemampuan mengendalikan emosi, mengekspresikan perasaan, dan memperoleh dukungan sosial selama proses penyesuaian diri setelah kehilangan ibu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi keluarga dengan kesejahteraan emosional remaja pasca kematian ibu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah remaja berusia 13–24 tahun yang berdomisili di Kota dan Kabupaten Bekasi serta mengalami kematian ibu dengan responden penelitian berjumlah 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,866. Hasil uji normalitas memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,036, sehingga data tidak berdistribusi normal dan analisis dilanjutkan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,621 dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara komunikasi keluarga dengan kesejahteraan emosional remaja pasca kematian ibu. Temuan ini juga menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan tanggapan positif pada indikator komunikasi keluarga maupun kesejahteraan emosional, sehingga komunikasi keluarga memiliki keterkaitan dengan kondisi kesejahteraan emosional remaja dalam menghadapi kehilangan ibu.