Lukman Nur Hakim
STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembentukan Perilaku Religius dan Disiplin Santri melalui Kajian Rutin Pasca Salat Magrib di Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta Lukman Nur Hakim; Azis
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 4 November 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner (Articles in Pres
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i4.1547

Abstract

Pembentukan perilaku religius dan kedisiplinan merupakan bagian penting dalam pendidikan pesantren yang tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran formal, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Salah satu bentuk pembiasaan tersebut adalah kajian setelah salat Magrib yang dilaksanakan di PPM MBS Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kajian rutin setelah salat Magrib, menganalisis kontribusinya terhadap pembentukan perilaku religius dan kedisiplinan santri kelas XII, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan enam informan yang terdiri atas satu musyrif dan lima santri kelas XII. Data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian rutin dilaksanakan secara istiqamah dua kali dalam sepekan setelah salat Magrib dengan materi yang bersumber dari Riyadush Shalihin serta melibatkan musyrif dan asatidz. Kajian berkontribusi terhadap pembentukan perilaku religius melalui penguatan pemahaman keagamaan, konsistensi ibadah, penghayatan nilai Islam, dan penerapannya dalam interaksi sosial. Pada aspek kedisiplinan, kegiatan tersebut mendorong keteraturan mengikuti jadwal, ketepatan waktu, tanggung jawab, serta pengelolaan aktivitas secara lebih positif. Faktor pendukung meliputi konsistensi program, keterlibatan pembina, antusiasme santri, dan relevansi materi, sedangkan hambatan terutama berkaitan dengan kesiapan pemateri dan perbedaan tingkat pemahaman santri. Dengan demikian, kajian rutin setelah salat Magrib dapat menjadi salah satu sarana pendidikan dan pembiasaan keagamaan yang berkontribusi terhadap penguatan perilaku religius dan kedisiplinan santri dalam ekosistem pendidikan pesantren