Hafidz Almuzaqi
Sekolah Tinggi Masjid Syuhada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Metode Pembelajaran Hadits dalam Membentuk Pemahaman Keagamaan Santri di Islamic Centre Bin Baz Yogyakarta Hafidz Almuzaqi; Aziz Aziz
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1548

Abstract

Pembelajaran hadits memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman keagamaan santri karena hadits merupakan sumber ajaran Islam yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan ibadah, pembentukan akhlak, dan kehidupan bermasyarakat. Namun, pembelajaran hadits yang berorientasi pada hafalan belum sepenuhnya mampu membangun pemahaman yang komprehensif terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pembelajaran hadits dalam membentuk pemahaman keagamaan santri di Islamic Centre Bin Baz Yogyakarta serta mengidentifikasi peran keteladanan ustaz dalam memperkuat proses tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan guru hadits, santri, dan pihak terkait yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran hadits dilaksanakan melalui pembacaan matan, syarah hadits, diskusi interaktif, serta pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari sehingga mampu membentuk pemahaman keagamaan santri secara lebih mendalam. Keteladanan ustaz menjadi faktor yang memperkuat internalisasi nilai-nilai hadits karena santri memperoleh pengalaman belajar melalui pengamatan terhadap perilaku pendidik yang mencerminkan ajaran Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara metode pembelajaran yang kontekstual dan keteladanan pendidik merupakan strategi yang efektif dalam membentuk pemahaman keagamaan santri secara komprehensif.