Miya Asriyani
STAI Darul Ulum Banyuwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Media Gambar Sebagai Media Pembelajaran Vocabulary Bahasa Inggris Siswa Kelas V Mi Al-Inayah Badean Miya Asriyani
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1583

Abstract

Penguasaan kosakata (vocabulary) merupakan fondasi utama dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing, terutama bagi siswa sekolah dasar yang baru mengenal bahasa target tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media gambar sebagai media pembelajaran vocabulary bahasa Inggris pada siswa kelas V MI Al-Inayah Badean, serta menganalisis dampaknya terhadap penguasaan kosakata dan keaktifan belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, melibatkan 21 siswa kelas V yang terdiri atas 11 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, lembar observasi keaktifan, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media gambar mampu meningkatkan rata-rata skor penguasaan kosakata siswa secara bertahap dari kondisi pra-siklus menuju siklus I dan siklus II, sekaligus mendorong peningkatan keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Media gambar terbukti selaras dengan karakteristik berpikir siswa kelas V yang berada pada tahap operasional konkret, karena membantu mereka menautkan simbol kata dengan objek nyata secara visual sehingga proses mengingat kosakata menjadi lebih bermakna. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media gambar sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran vocabulary yang variatif, ekonomis, dan mudah diterapkan oleh guru di jenjang madrasah ibtidaiyah, khususnya pada satuan pendidikan dengan keterbatasan sarana teknologi.